Tahun 2021 Pembangunan Suaka Rhino Sumatera Target Rampung



IDI -- Progres  Pembangunan tempat perlindungan badak  di kabupaten Aceh Timur rencananya akan  dimulai pada tahun 2021 mendatang. Pembangunan suaka badak ini bagian dari rencana aksi darurat penyelematan  badak sumatera dari dari kantong popolasi yang sudah tidak Sintas (Tidak Viable), dan populasi serta habitatnya sudah terisolasi, di kawasan hutan Aceh.

Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M Thaib, SH mendukung penuh perkembangan pembangunan ini. Selain menjadi kawasan lindung untuk kelestarian alam dan satwa lokasi penangkaran badak nantinya juga menjadi destinasi  wisata konservasi baru  di Aceh Timur.


“ Ini merupakan prospek yang sangat bagus bagi ekonomi masyarakat yang ada disini. Satwa kita bisa terjaga dengan baik, ekonomi masyarakat juga ikut terbangun. Mudah- mudahan proses pembangunan ini bisa secepatnya tercapai sesuai  dengan rencana yang telah disusun,” kata bupati Hasballah usai meninjau langsung lokasi pembangunan 

Suaka Rhino Sumatera ( SRS) kawasan hutan  Alur Timur, desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron Peunaron Kabupaten Aceh Timur, Sabtu, 20 September 2020.


Selain itu hutan Aceh Timur kata Rocky ini memiliki hutan yang sangat luas dan asri. Sebagian  Kawasan hutan  terhubung langsung dengan hutan alami Kawasan Ekosistem Leuser termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Leuser ( TNGL). “ Kekayaan alam dan satwa  ini patut kita jaga bersama,” tandas Rocky. 


Sementara itu Koordinator Program Perlindungan Satwa Liar dari Forum Konservasi Leuser ( FKL)  Dedi Yansyah  mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan masyarakat kabupaten Aceh Timur yang telah mendukung progres pembangunan ini bahkan pihaknya juga menargetkan tahun 2021 pembangunan SRS segera rampung.


“Saat ini proses dalam pengurusan perizinan  dan Insya Allah Finalisasi Detail Engineering Design  (DED) dalam bulan ini akan selesai dan Pembangunan ini tentu sangat penting   demi Penyelematan badak terakhir di dunia,” kata Dedi.


Dedi menjelaskan, spesies badak sumatera di dunia sudah sangat langka, jumlahnya diperkirakan hanya tinggal sekitar 50 individu lagi.  “Mereka harus diselamatkan dan Aceh salah satu harapan terakhir bagi  kelestaria  mereka,” pungkas Dedi.


 Dedi menjelaskan keberadan SRS di Aceh Timur nantikan dijadikan sebagai tempat penangkaran badak. Badak yang  telah dikembangbiakkan di SRS Aceh Timur nantinya akan dilepaskan kembali ke kawasan hutan Aceh sehingga mereka bisa kembali menjadi populasi-populasi yang sehat dan terus berkembang hingga akhir masa.


 “ Keberadaan badak di kawasan Leuser Timur saat ini sudah terisolasi. Mereka saat ini terpisah- pisah. Pun demikian tim lapangan FKL bersama dengan KPH dan BBTNGL terus memonitoring  dan melakukan proteksi sehingga badak itu tidak menjadi sasaran pemburuan,” pungkas Dedi.(504)



Teks Foto ;

Pemasangan plang dikawasan pembangunan SRS desa Alur Timur, Kecamatan Penaron Kabupaten Aceh Timur, Sabtu 20 September 2020