Presiden Jokowi Bantu 12 Juta Pelaku Usaha Mikro dan Bangun Jalan Tol Aceh

ACEHFRAME.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan Banpres Produktif Usaha Mikro kepada ribuan para pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Aceh. Acara penyerahan bantuan itu berlangsungkan Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Banda Aceh, Provinsi Aceh pada beberapa waktu lalu.



Informasi yang dihimpun media ini. Selasa (03/11/2020) bahwa Presiden Jokowi sangat memahami kondisi para pelaku usaha yang sedang mengalami masa yang tidak mudah akibat pandemi Covid-19. Kondisi penurunan omzet ini terus dialami oleh semua pelaku usaha baik usaha mikro, kecil, menengah hingga ke atas.



“Semuanya memang masih berada pada kondisi sulit karena pandemi Covid-19, karena virus corona. Insyaallah, kita mungkin nanti akan kembali pada posisi normal disaat pandemi berlalu di negara kita tercinta. Mari berdoa semoga kita dijauhkan dari bahaya sambil kita menjaga Prokes dengan jaga jarak, selalu pakai masker bila keluar rumah agar terhindar dari wabah covid-19" ujarnya, Selasa, 25 Agustus 2020
di Banda Aceh.


Dijelaskan, Kondisi tersebut mendasari kepemerintahan nya untuk memberikan bantuan berupa Banpres Produktif yang secara resmi programnya diluncurkan Presiden di Istana Negara. Bantuan tersebut berupa hibah dengan besaran dana Rp2,4 juta yang ditujukan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.



“ini diberikan di lingkungan kita sebanyak 200 lebih pelaku usaha mikro dan kecil. Tapi nanti sampai akhir September akan diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Tanah Air. Kemarin baru kita mulai 1 juta, setiap hari tambah, nanti insyaallah akhir September  sudah 12 juta (penerima),” jelasnya


Dengan pemberian Banpres Produktif, Presiden berharap para pelaku usaha mikro dan kecil bisa memanfaatkannya untuk menambah modal. Ia pun berharap omzet para pelaku usaha tersebut bisa naik, meskipun belum bisa kembali pada posisi seperti sebelum pandemi.



“Saya kira posisi ini yang harus kita ketahui sampai nanti betul-betul pada posisi normal kembali. Saya kira kalau saya lihat tadi di jalan di sini kondisinya juga jauh lebih baik dibandingkan di provinsi yang lain, apalagi di Jawa. Di Jawa kan pandeminya lebih banyak dibanding di Aceh,” paparnya.
“Saya sampaikan ke Pak Gubernur agar pengendalian ini betul-betul terus ditekan agar Covid-19 bisa hilang dan tidak ada lagi di Provinsi Aceh dan di seluruh Tanah Air kita Indonesia,” tuturnya.



Di penghujung sambutannya, Presiden tak lupa mengingatkan para pelaku usaha yang hadir langsung maupun yang mengikuti acara secara virtual untuk senantiasa menaati protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19.



“Jangan lupa kepada bapak ibu semuanya, kepada keluarga, kepada tetangga-tetangga kita untuk ke mana pun masker digunakan, jaga jarak, jangan masuk ke kerumunan yang terlalu banyak dan berhimpitan, kalau habis berkegiatan segera cuci tangan. Itu cara kita agar terhindar dari Covid-19,” tandasnya. 



Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.



Ditempat terpisah, seorang akivis pemerhati sosial  dan pembangunan Aceh Abu Raih menyampaikan rasa terimakasih kepada pemerintah, khususnya presiden Jokowi. "Saya melihat selama pak Jokowi memimpin bangsa ini. Banyak sekali bangunan insfratruktur yang telah dibangun oleh pemerintah, seperti jalan tol di Aceh, TPI dan Waduk Keurutoe di Aceh Utara dll. Begitu juga dalam hal jenis bansos untuk masyarakat yang ekonominya terpuruk akaibat pandemi, pemerintah menyalurkan langsung dalam bentuk BLT untuk pelaku usaha kecil, menengah," sebut Abu Raih.


Oleh karena itu dirinya mengajak semua pihak di Aceh untuk tidak lagi terpengaruh dengan "hoax" (bohong) yang selama ini sepertinya sengaja dilakukan pihak pihak demi kepentingan pribadi dan kelompok.
"Mari kita menjaga keamanan, ketentraman dan kebersamaan mendukung program pemerintah untuk pembangunan Aceh yang lebih baik lagi kedepan, jangan lagi mau di adu domba pihak lain, yang bertujuan hanya untuk memperkeruh suasana" harapnya. (*)